Kolaborasi Pustakawan dengan Guru dalam Membuat Media Pembelajaran

Saya menyintai dunia pendidikan. Oleh karena itu, segala informasi yang berkaitan dengan pendidikan selalu ingin saya ikuti. Memburu berita, mengikuti pertemuan, bergabung dengan milis pendidikan merupakan aktifitas yang menyenangkan dan memberikan pencerahan.

Kondisi Pendidikan di Indonesia
Kita tentu pernah mendengar atau membaca mengenai kondisi pendidikan di Indonesia yang secara umum belum bisa dikatakan baik. Untuk menuju kondisi yang dikatakan “baik” atau “unggul” dibutuhkan guru-guru yang kreatif. Bergaul dengan guru-guru kreatif tentu mendatangkan banyak keuntungan.

Sebagai pustakawan, kita pasti akan menghadapi masalah atau kendala dalam menjalankan rutinitas. Guru pun demikian. Namun, guru-guru kreatif ini tidak menyerah dengan keterbatasan. Justru, mereka bisa memunculkan daya kreatifitas untuk mengatasi dan mencari solusi dari keterbatasan yang ada. Kita, sebagai pustakwan patut belajar dari guru-guru kreatif ini.

Pustakawan Kreatif
Kreatifitas merupakan kata kunci menuju keberhasilan. Tidak hanya guru-guru yang dituntut kreatif. Pustakawan juga harus kreatif. Pustakawan harus bisa mengimbangi dinamika yang ada dalam dunia pendidikan, termasuk mengimbangi “pergerakan” (movement/action) guru-guru yang kreatif ini. Bila tidak, pustakawan akan tertinggal…atau malah ditinggalkan.

Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan kabar gembira dari seorang mahasiswa D2 perpustakaan asal Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Saya memberikan tutorial tatap muka untuk mata kuliah Media & Teknologi disana. Diluar tutorial, saya memberikan pengetahuan-pengetahuan tambahan. Salah satunya adalah membuat video/film berdurasi pendek. Ia mengatakan sedang membantu para guru membuat video pembelajaran. Bisa saja ia membuat video pembelajaran untuk guru dari beberapa sekolah. Menurut saya, ini adalah salah satu contoh pustakawan yang kreatif. Ia tidak menyerah dengan keadaan, tapi ia bisa memanfaatkan daya kreatifitasnya untuk mendukung kegiatan guru dalam proses belajar-mengajar. Ini adalah salah satu contoh kolaborasi (kerjasama) yang dibutuhkan antara pustakawan dengan guru.

Pada posting berikutnya, saya akan menguraikan kolaborasi antara pustakawan dengan orang tua siswa. Oke?