Surat dari Jane (Bagian 1)

Di minggu pertama bulan Maret ini saya menerima surat elektronik dari seorang pustakawan. Ia bernama Jane Gibian. Ia bekerja sebagai pustakawan sekolah (SMA) di Sydney dan perpustakaan umum di Kota Sydney, Australia. 

Ia sudah bekerja selama 10 tahun sebagai pustakawan sekolah dan ia berpikir untuk mencari tempat kerja atau posisi yang baru karena ia merasa ingin ada perubahan. Ia berharap bisa bekerja di sebuah perpustakaan universitas. 

Jane sangat tertarik untuk mengetahui kondisi perpustakaan di Indonesia. Ia cerita bahwa di Australia, banyak posisi pustakawan sekolah yang dihilangkan atau sekolah tidak mempekerjakan lagi pustakawan sekolah. Hal ini merupakan imbas dari pemotongan anggaran perpustakaan. Untungnya, ia tidak termasuk pustakawan yang kena PHK. Karena, kepala sekolahnya memiliki kepedulian dan memberikan dukungan penuh terhadap perpustakaan. Selain itu, ia bekerja di perpustakaan sekolah swasta, yang memiliki dana lebih dibandingkan dengan sekolah negeri. 

Di akhir suratnya, ia bercerita bahwa ia akan pergi jauh selama satu bulan. Ia beserta keluarganya akan pergi ke rumah kerabat dan teman-temannya di Perancis dan Jerman. Wow!
Enak sekali ya pustakawan bisa berlibur ke luar negeri :-)