Dongeng membuat anak lebih aktif berkomunikasi

Tujuan mereka bukan semata meminjam atau baca buku, tapi ingin mendengarkan dongeng-dongeng menarik dari Kelompok Bengkel Kriya Imut (Bengkimut).

Penggagas Kelompok Bengkimut, Claudine Patricia mengatakan, setiap pertemuan para pendongeng menyampaikan tema cerita berbeda. Dongeng-dongengnya beragam. Saat itu ada pendongeng menyampaikan cerita Misteri Pasang Apung.
Poin dari dongeng itu ialah penyelamatan orang utan sebagai salah satu upaya peduli lingkungan. Ada pula dongeng Lumba-lumba dan Penyu yang menceritakan persahabatan, kemudian Rombu yaitu robot yang berkelana mencari teman hingga dia sadar bahwa semua bisa menjadi teman.
Kelompok Bengkimut, ada 12 orang, nanti setiap pertemuannya mendongeng. Misalkan minggu ini saya, minggu depan teman saya dan seterusnya. Kalau saya sendiri biasanya dari buku, tapi ada beberapa teman kita membawakan dongeng sendiri. Mereka bikin sendiri alat bantunya, misalnya pakai boneka, atau gambar apapun lah. Jadi ceritanya luas sekali, dari cerita tradisional, daerah ataupun yang lainnya, papar Claudine saat ditemui INILAH di SD GagasCeria Jalan Malabar, Kota Bandung, Senin (23/3).
Tempat mendongeng kelompok ini bukan hanya di Perpustakaan Elmuloka, tapi juga di beberapa tempat di Kota Bandung. Untuk kegiatan ini, mereka memberi nama yaitu dongeng Kriya. Kalau Dongeng Kriya biasanya digelar dua bulan sekali di dua tempat yang berbeda, ujarnya.
Meskipun dalam setiap pertemuannya terbilang cukup singkat, namun kegiatan ini cukup rutin dilakukan. Menurut dia, setiap anak akan mengikuti karakter si pendongeng. Kika pendongeng itu serius, maka anak itu cenderung serius dan pasif ketika melakukan komunikasi dua arah.
Namun jika pendongeng itu lebih santai dan banyak melakukan pendekatan emosional, maka anak itu jauh lebih aktif dan akan mendengarkan dengan baik alur dari dongeng tersebut.
Mungkin kita belum bisa membaca karakter anak, kadang ada yang pasif ketika mendongeng ini. Kita kalau mendongeng biasanya 15 sampai 20 menit. Kalau anak tersebut biasa mendengarkan dongeng, kita mendongeng bisa sampai 30 menit, tambahnya.
Dia menilai, dampak yang dihasilkan setelah selesai mendongeng, anak-anak cenderung mau berbagi dengan teman-temannya. Meskipun hal ini belum secara menyeluruh, namun perubahan-perubahan semacam itulah yang mereka harapkan jauh lebih aktif dan kreatif.
Kalau yang saya amati di sini, si anak itu datang ke perpustakaan ini, dan mengambil buku lalu dia akan mendongeng ke temannya, atau mendongeng ke mamahnya. Itu sih yang kita lihat. Artinya mereka mau berbagi cerita dan aktif, ucapnya. (rey)
Sumber: inilahkoran.com
Filed under Perpustakaan